Indahnya Menjalin Ukhuwah Islamiyah bersama Global Youth Muslim Exchange di Malaysia

Bersaudara dalam Islam merupakan untaian kata yang paling indah bila diucapkan dan menjadi kunci kejayaan kaum Muslimin di masa silam. Ia adalah warisan kemuliaan yang perlu diteladani dan menjadi salah satu keutamaan Islam yang mampu dibangun dengan aqidah yang kokoh dalam segala dimensinya, dan melebur ke segala kelas sosial yang diciptakan oleh para shalafus shalih.
Namun fenomena yang terasa akhir-akhir ini justru menjadi berkurangnya nilai persaudaraan antara umat islam, terlebih semakin membuat jarak antara manusia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang pada akhirnya bermuara kepada kurangnya memaknai Persaudaraan Islam. Persatuan merupakan perkara yang di Ridhai dan diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedangkan perpecahan merupakan perkara yang dibenci dan dilarang oleh-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai.” (Q.S. Ali Imran : 103)|
Dan bahwasanya (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-KU yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya.
Yang demikian itu Allah perintahkan kepada kalian agar kalian bertaqwa.” (Q.S. Al-An’am: 153)
Dengan demikian betapa petingnya berukhuwah Islamiyah (bersaudara dalam Islam), menjadi ungkapan mahal yang begitu indah, tapi tak sekedar ukhuwah indah hingga terlupakan hak-hak saudara kita.
Terlepas dari latar belakang diatas, saya sangat bersyukur akan adanya acara Global Youth Muslim Exchange di Malaysia. Acara yang dilaksanakan sangat singkat yakni tiga hari pada tanggal 24-26 April 2018. Walaupun, kegiatan ini dilaksanakan dengan singkat, namun makna persaudaraannya tetap melekat hingga saat ini.
Pada hari itu, saya dipertemukan dengan berbagai sahabat dari Indonesia baik dari Sabang sampai Merauke. Saya sendiri yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, sangat bahagia bisa bertemu dengan sahabat-sahabat yang insyalaah hebat.
Saya sampai di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2) pukul 13:35 dengan menggunakan pesawat Airasia dari Bandara Internasional Lombok (BIL) pada pukul 10:20 dan tanpa transit. Sesampai di Kuala Lumpur saya menemukan teman-teman dari Surabaya yang hendak melakukan pemeriksaan Paspor di Imigrasi Malaysia. Setelah kami berkumpul, akhirnya kami bisa melaksanakan shalat dzuhur bersama di bandara tersebut.
Kegiatan hari pertama yang dimulai kami dipertemukan di Kuala Lumpur International Airport membuat saya antusias karena sahabat yang saya jumpai hari itu sangatlah banyak yakni 44 orang delegasi. Setelah menunggu delegasi lainnya landing, akhirnya kami semua berangkat pukul 17:00 waktu Malaysia menuju masjid Putra di Putrajaya. Subhanallah kami dijemput dengan bis Pariwisata yang besar dan nyaman serta cukup untuk 44 orang penumpang. Tidak butuh lama waktu, kami langsung berangkat menuju masjid Putra. Sekitar 20 menit, subhanallah terlihatlah masjid tersebut dari jalan raya. Rasa antusias saya ketika melihat masjid Putra pertama kali, dalam hati berkata masjid ini mirip dengan masjid Ismalic center yang ada di Kota Mataram tempat tinggalku.
Setelah sampai disana, kami pun dipersilahkan shalat Ashar. Selepas itu kami foto bersama dan langsung jalan menuju Kuala Lumpur. Walaupun, tidak lama, tapi saya sangat senang dengan perbincangan dari sahabat-sahabat yang baru saya temui saat itu. Dimulai dari berkenalan, hingga bertukar kontak. Masyaallah, hari pertama ini sangatlah indah, karena sesampai di Kuala Lumpur kami pun langsung makan malam dan selepas itu, kami berkunjung ke Petronas Twin Tower. Bermain dan berfoto-foto disana. Setelah itu, kami check in ke hotel.
Hari kedua, kami berkunjung ke Central Bank Malaysia. Banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan dari workshop disana. Karena memang basic mata kuliah yang saya tempuh yakni banyak mengenai perbankan. Selama workshop sahabat delegasi juga banyak yang bertanya. Subhanallah mereka sangatlah hebat. Selepas itu, kami berangkat menuju Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Disana pun kami dijamu dengan baik dan hormat serta diberikan fasilitas yang terbaik. Disana juga kami melakukan diskusi bersama bapak pimpinan USIM.  Kami juga berdiskusi banyak mengenai pendidikan yang ada di Malaysia, dan subhanallah antusias sahabat untu bertanya sangatlah banyak, akan tetapi waktu diskusi tidak banyak diberikan. Jadi saat itu, saya tidak bisa bertanya.
Sepulang dari USIM pada pukul 14:00 kami pun berangkat menuju Central Market. Sesampai disana pada pukul 17:00, kami langsung berbelanja sambil berfoto-foto. Keakraban kami semakin meningkat selama dua hari ini. Sungguh rasanya tak ingin kegiatan ini cepat berlalu. 

Pulang dari Central Market sekitar pukul 19:00, dan kemudian kami mencari tempat makan malam di Chow Kit. Selepas dari makan malam, kami dijinkan keluar dan pulang ke hotel. Namun, hari cepat berlalu. Di Malaysia took-toko dan mall tutup pada pukul 22:00, jadi kami tak bisa pergi jalan-jalan lagi, walaupun sempat keluar hanya 2-3 jam saja. Namun, sangat bersyukur karena bisa melihat keindahan malam di Malaysia.
Sungguh perjalanan yang singkat, saya merasa sedih karena tidak dapat berlama-lama berjabat tangan dengan semua para sahabat IICC. saya yakin dengan adanya ukhuwah islamiyah yang kita jalin saat ini akan memperkuat tali persaudaraan kita. Walaupun, pertemuan kita kali ini sangat singkat. Namun, dengan adanya teknologi saat ini kami masih dapat berkomunikasi walaupun jauh. Itulah, nikmatnya bersaudara sesame muslim, kita tidak akan memutuskan tali silahturahmi.
Semoga dengan adanya acara Global Youth Muslim Excnhange ini, tali silahturahmi kita akan tetap terjaga, pengetahuan kita bertambah serta wawasan yang meluas. Insyaallah jika kita terus berusaha, berdoa, dan berikhtiar.

Hari ketiga adalah hari terakhir kami di Malaysia. Hari ini kami akan mengunjungi International Islamic University Malaysia (IIUM). Karena waktunya sangat singkat, jadi kami disana tidak bisa berlama-lama. Kami berangkat dari hotel pada pukul 08:00 dan sampai ke IIUM sekitar pukul 10:00. Selepas disana kami diajak berkeliling oleh pimpinan IIUM dan langsung mengikuti workshop. Dalam workshop tersebut saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan diakrenakan judul workshop tersebut mengenai “Women and Fitnah”. Workshop tersebut selesai pada pukul 12:00. Kami pun tidak dapat makan siang disana, dikarenakan jadwal penerbangan kepulangan saya yakni pada pukul 15:35. Jadi panitia, meminta kami untuk makan di masjid saja dan setelah itu kami pun langsung menuju bandara. Pukul 14:00 kami sampai di bandara KLIA2. Saya dan teman saya yang berasal dari NTB juga takut tertinggal pesaat dikarenakan waktunya sudah mepet. Alhamdulillah, kami pun sampai pada gate keberangkatan P3 tepat waktu dan kami pun tidak tertinggal pesawat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Kesehatan Provinsi NTB Menyelenggarakan: "Lokakarya Kesehatan Mata bagi Blogger"

4 Kiat Sukses Usaha

Anak Adalah Kebanggaan